Macam-Macam Software Akuntansi untuk Bisnis dan Cara Memilihnya
Software akuntansi bisa membuat pembukuan jauh lebih rapi, asalkan jenisnya sesuai dengan kebutuhan bisnis. Software yang terlalu sederhana akan cepat terasa sempit, sementara yang terlalu rumit justru jarang dipakai dengan benar.
Artikel ini membagi software akuntansi ke dalam empat kelompok besar, lengkap dengan contoh dan untuk siapa masing-masing paling cocok.
1. Spreadsheet (Excel atau Google Sheets)
Banyak bisnis memulai pencatatan dengan spreadsheet. Biayanya hampir nol dan fleksibel.
Cocok untuk: usaha yang baru mulai dengan transaksi sedikit.
Keterbatasan: rawan salah rumus, sulit dilacak bila ada yang mengubah data, dan tidak otomatis menghasilkan laporan keuangan yang utuh. Ketika transaksi sudah puluhan per hari, spreadsheet mulai menjadi sumber selisih.
2. Software akuntansi cloud buatan lokal
Beberapa nama yang banyak dipakai di Indonesia antara lain Jurnal (Mekari), Accurate Online, Zahir, dan Kledo. Umumnya berbahasa Indonesia, mengenal format pajak Indonesia, dan bisa diakses dari browser maupun ponsel.
Cocok untuk: UMKM hingga bisnis menengah, termasuk villa, restoran, dan retail yang butuh pencatatan penjualan, persediaan, dan laporan keuangan standar.
Yang perlu dicek: fitur yang sesuai bisnis Anda (misalnya persediaan, multi-cabang, atau multi-mata uang), kemudahan ekspor data, serta dukungan pelanggan dalam bahasa Indonesia.
3. Software akuntansi cloud global
Contohnya Xero. Software global biasanya kuat di integrasi dengan aplikasi lain dan nyaman bagi pemilik atau investor asing yang terbiasa dengan antarmuka berbahasa Inggris.
Cocok untuk: perusahaan PMA atau bisnis dengan pemilik asing yang ingin memantau laporan langsung.
Yang perlu dicek: penyesuaian dengan ketentuan pajak Indonesia, seperti format faktur pajak dan pelaporan, sering perlu diatur tersendiri atau dibantu akuntan lokal.
4. Sistem ERP
Contohnya Odoo atau SAP Business One. ERP menyatukan akuntansi dengan pembelian, persediaan, penjualan, hingga SDM dalam satu sistem.
Cocok untuk: bisnis dengan banyak cabang, gudang, atau proses yang kompleks.
Yang perlu dicek: biaya implementasi, waktu penerapan, dan ketersediaan tim yang bisa mengelolanya. ERP yang tidak dijalankan dengan disiplin justru menghasilkan data yang berantakan.
Lima pertanyaan sebelum memilih
- Berapa banyak transaksi per bulan? Ini penentu utama apakah spreadsheet masih cukup.
- Siapa yang akan menginput data? Pilih software yang sesuai kemampuan tim Anda, bukan yang fiturnya paling banyak.
- Apa saja yang perlu terhubung? Misalnya mesin kasir, sistem reservasi villa, marketplace, atau rekening bank.
- Siapa yang membaca laporannya? Jika ada investor asing, laporan dua bahasa bisa jadi kebutuhan.
- Apakah datanya mudah dipindahkan? Pastikan Anda bisa mengekspor data jika suatu saat berganti sistem.
Software hanya alat, yang penting disiplinnya
Software terbaik pun tidak akan menghasilkan laporan yang benar jika transaksinya tidak dicatat tepat waktu, akun-akunnya tidak tersusun rapi, atau tidak pernah direkonsiliasi dengan rekening bank. Di sinilah peran akuntan: menyusun bagan akun yang sesuai, memastikan pencatatan konsisten, dan menyelaraskan laporan keuangan dengan pajak.
Butuh bantuan memilih dan menjalankannya?
Tim jasa akuntansi di Denpasar dari Agam Anand Konsultama bisa membantu dari input transaksi harian, review pembukuan yang sudah berjalan, supervisi staf akuntansi Anda, sampai pelatihan memakai software yang Anda pilih. Konsultasikan kebutuhan Anda secara gratis.